Logo

KEMENAG

KUKAR

Bimtek PAI Bahas Pembelajaran Mendalam dan Pemanfaatan AI

07 April 2026 | Administrator | 55 views
Bimtek PAI Bahas Pembelajaran Mendalam dan Pemanfaatan AI

Kukar (Humas) - Upaya peningkatan kompetensi guru terus dilakukan seiring perkembangan metode pembelajaran di era digital. Hal ini menjadi perhatian bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kecamatan Marangkayu melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berfokus pada strategi pembelajaran mendalam serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan coding berbasis cinta.

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme Guru PAI, Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui MGMP PAI Kecamatan Marangkayu menyelenggarakan kegiatan Bimtek bekerja sama dengan PT Indominco Mandiri dan PT Pama Indo. Dukungan dari kedua perusahaan tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendorong peningkatan kompetensi guru di wilayah tersebut. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan dikoordinir oleh Pengawas GPAI, Mukorodin, S.Pd.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Ariyadi, F.S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa guru PAI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Guru PAI tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga strategi pembelajaran yang relevan dengan era digital. Pemanfaatan Artificial Intelligence dan coding harus menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Beliau juga berharap melalui kegiatan ini, guru PAI semakin profesional, inovatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menyentuh hati peserta didik.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pendais), Isna Radiyah, S.Pd.I., M.Pd, dalam arahannya menyampaikan bahwa model pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konsep secara utuh, reflektif, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran mendalam mendorong siswa tidak sekadar mengetahui, tetapi memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam. Integrasi AI dan coding berbasis cinta menjadi salah satu strategi agar teknologi digunakan untuk menumbuhkan karakter, akhlak mulia, serta kepedulian sosial,” jelasnya.

Materi bimtek disampaikan oleh Pengawas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Dr. Suwito dan Drs. Heru, yang memaparkan strategi implementasi pembelajaran mendalam di kelas, mulai dari perencanaan berbasis capaian pembelajaran, penyusunan modul ajar kontekstual, hingga teknik asesmen autentik. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu penyusunan perangkat ajar, media interaktif, serta evaluasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Konsep coding berbasis cinta turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Pendekatan ini menekankan bahwa penguasaan teknologi harus dilandasi nilai kasih sayang, etika digital, tanggung jawab, serta semangat membangun peradaban yang bermartabat.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, praktik langsung, serta refleksi bersama. Para peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena memberikan wawasan baru dan solusi praktis dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.

Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan guru PAI semakin siap menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, dan inspiratif, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan berlandaskan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pendidikan.(rst)