Logo

KEMENAG

KUKAR

Penmad Kemenag Kukar Perkuat Transformasi Layanan Madrasah, Luncurkan GURMABAJA

17 July 2026 | Administrator | 90 views
Penmad Kemenag Kukar Perkuat Transformasi Layanan Madrasah, Luncurkan GURMABAJA

Samarinda (Humas) – Penguatan tata kelola pendidikan madrasah tidak hanya dilakukan melalui penyelarasan kebijakan, tetapi juga dengan mendorong lahirnya inovasi dan budaya kolaborasi di kalangan guru. Komitmen tersebut diwujudkan Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Rapat Koordinasi Pendidikan Madrasah yang dirangkai dengan Sosialisasi Penerbitan Ijazah, Penyerahan Blangko Ijazah, Penyerahan Surat Keputusan (SK) Perpanjangan Izin Operasional Madrasah, serta Launching Gerakan Guru Madrasah Berbagi Pembelajaran (GURMABAJA) di Aula Penerbit Erlangga Samarinda, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 282 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, kepala Raudhatul Athfal (RA), dan operator madrasah se-Kabupaten Kukar. Hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kukar, Kepala Subbagian Tata Usaha Mariatul Kiptiah membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta.

Dalam sambutannya, Mariatul mengapresiasi terselenggaranya rapat koordinasi sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah. Menurutnya, keberhasilan berbagai program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh komitmen seluruh unsur madrasah dalam mengimplementasikannya.

"Harapan kami, kegiatan hari ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi gerakan yang berkelanjutan dalam membangun budaya belajar dan budaya berbagi di lingkungan madrasah. Melalui kolaborasi antarguru, berbagai pengalaman, inovasi, dan media pembelajaran yang telah dikembangkan dapat saling dibagikan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas pembelajaran," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penmad Kemenag Kukar, Eka Nurhidayah menegaskan bahwa madrasah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, tuntutan peningkatan mutu layanan, serta ekspektasi masyarakat terhadap kualitas lulusan mengharuskan seluruh pemangku kepentingan terus beradaptasi dan melakukan pembenahan.

"Madrasah hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara biasa. Kita harus memperkuat tata kelola, memanfaatkan teknologi, dan membangun kolaborasi agar madrasah mampu menjawab harapan masyarakat," ungkapnya.

Ia menambahkan, rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kepala madrasah dan operator terkait penerbitan ijazah sebagai dokumen negara. Seluruh satuan pendidikan diharapkan memastikan validitas data peserta didik sesuai dokumen kependudukan, data EMIS, dan ketentuan yang berlaku sehingga proses penerbitan ijazah dapat berjalan tepat, akurat, dan akuntabel.

Semangat kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Guru Madrasah Berbagi Pembelajaran (GURMABAJA), sebuah inovasi yang digagas oleh Muhammad Idris, guru MIN 1 Kutai Kartanegara. GURMABAJA menjadi platform kolaboratif yang memfasilitasi guru madrasah untuk saling berbagi modul ajar, perangkat pembelajaran, media digital, video pembelajaran, hingga berbagai praktik baik yang telah diterapkan di madrasah masing-masing.

Melalui platform tersebut, inovasi yang sebelumnya berkembang di satu madrasah diharapkan dapat dimanfaatkan oleh madrasah lainnya sehingga tercipta budaya saling belajar, saling menginspirasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah.

Eka menjelaskan bahwa GURMABAJA merupakan bagian dari pembangunan Zona Integritas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara pada area manajemen perubahan, sekaligus mendukung program Matarasi (Madrasah Tertib Administrasi) dan Samasisi (Satu Madrasah Satu Inovasi).

"Melalui GURMABAJA, kami ingin membangun budaya berbagi dan berkolaborasi di lingkungan madrasah. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat yang saling menginspirasi melalui karya dan inovasi pembelajaran yang dimiliki," jelasnya.

Ia berharap seluruh kepala madrasah dapat menjadi penggerak utama program tersebut dengan mendorong para guru untuk terus berkarya, memanfaatkan teknologi digital, serta aktif membagikan praktik-praktik baik yang dimiliki agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh madrasah di Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Saya yakin, dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang terus kita bangun, madrasah di Kabupaten Kutai Kartanegara akan semakin maju, bermutu, dan mampu mencetak generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, moderat, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan global," pungkasnya."(ris)