Logo

KEMENAG

KUKAR

Supervisi Program Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Fairuz : Penyuluh Agama adalah ujung tombak pelayanan keagamaan kita di lapangan

03 June 2026 | Administrator | 33 views
Supervisi Program Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Fairuz : Penyuluh Agama adalah ujung tombak pelayanan keagamaan kita di lapangan

Kukar (Humas) –Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar kegiatan Supervisi Program Bina KUA dan Keluarga Sakinah. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Gedung LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (03/06). Pertemuan tersebut mengusung tema utama “Penguatan Peran Penyuluh Agama dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah.”

Acara ini dihadiri  Kepala Seksi Bimas Islam, H. Fairuz Khalil, S.Ag., M.H.  sekaligus mewakili Kepala Kemenag. Kegiatan ini dihadiri Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Kalimantan Timur, H. Mulyadi Zuhud, S.Ag. Turut mendampingi, Ketua Pengurus Daerah (PD) IPARI Kabupaten Kutai Kartanegara, Endi Haryono, S.Sos.I., M.Sos., beserta jajaran Penyuluh Agama se-Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam sambutan dan arahannya, H. Fairuz Khalil menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para penyuluh agama serta dukungan penuh dari organisasi profesi IPARI. Ia menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut penyuluh untuk lebih adaptif dan responsif dalam menjaga fondasi ketahanan keluarga di Kutai Kartanegara.

"Penyuluh Agama adalah ujung tombak pelayanan keagamaan kita di lapangan. Mewujudkan keluarga sakinah bukan sekadar urusan administratif seremonial, melainkan sebuah proses pembinaan yang berkelanjutan," ujar Fairuz Khalil dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kasi Bimas Islam menjabarkan tiga poin instruksi utama yang harus dioptimalkan oleh para penyuluh dalam menyukseskan Program Bina KUA dan Keluarga Sakinah di wilayah kerja masing-masing.

Pertama Penyuluhan Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) serta Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara masif guna meminimalisasi angka perceraian dini dan pernikahan anak.

Kedua membuka dan mengaktifkan ruang konsultasi keagamaan di majelis taklim serta desa binaan demi menanamkan nilai-nilai mawaddah, rahmah, dan komitmen Sakinah. Dan yang ketiga Tertib Administrasi Kepenyuluhan: Menata pelaporan kinerja penyuluh secara berkala dan terstruktur agar selaras dengan data pembinaan kelembagaan yang ada di Kantor Urusan Agama.

Kehadiran pengurus IPARI tingkat wilayah maupun daerah dalam supervisi di Gedung LPTQ ini diharapkan mampu memperkuat komitmen profesionalitas penyuluh agama. Dengan sinergi yang solid, program-program kepenyuluhan diharapkan dapat berjalan lebih terukur dan berdampak nyata bagi tatanan keluarga yang kokoh, religius, serta harmonis di Kutai Kartanegara, pungkas Fairuz. (din)