Kukar (Humas) – Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara, H. Fairuz Khalil, S.Ag., M.H. menghadiri acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) tingkat Kabupaten Kukar. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Gedung LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara pada Rabu (03/06).
Peringatan milad ke-3 wadah profesi penyuluh lintas agama ini mengusung tema nasional "IPARI Merawat Indonesia: Gerakan Spiritual, Literasi, dan Ekoteologi". Kehadiran Fairuz bersama jajaran menjadi bentuk dukungan penuh institusi terhadap eksistensi dan kiprah nyata para penyuluh agama di wilayah Kutai Kartanegara.
Dalam sambutannya Fairuz, menyampaikan pesan apresiasi mendalam atas pengabdian seluruh penyuluh lintas agama. IPARI dinilai sukses menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama.
Dalam penguatan literasi penyuluh wajib meningkatkan kapasitas keilmuan guna membentengi umat dari maraknya informasi hoaks keagamaan. Untuk anggota IPARI, diharapkan proaktif mengintegrasikan nilai spiritual dengan aksi nyata pelestarian alam dan lingkungan hidup di Kutai Kartanegara, harap Fairuz.
Fairuz juga menekankan IPARI harus konsisten menjadi pelopor dalam merawat kerukunan dan meredam potensi konflik umat beragama di lapangan.
Acara ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran langsung dari Pengurus Wilayah (PW) IPARI Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Mulyadi Zuhud, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalitas penyuluh dalam menghadapi dinamika sosial keagamaan yang semakin kompleks di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Ketua PD IPARI Kabupaten Kukar, Endi Haryono, S.Sos.I., M.Sos. dalam laporannya menyampaikan bahwa usia tiga tahun merupakan fase penguatan fondasi organisasi. Gedung LPTQ Kukar dipilih sebagai lokasi acara untuk menyatukan visi seluruh penyuluh dari berbagai kecamatan agar semakin kompak bergerak di tengah Masyarakat, imbuhnya.
Untuk mengimplementasikan tema besar harlah tahun ini, kegiatan juga dimeriahkan dengan aksi penanaman pohon secara simbolis yang bertempat di MAN 2 Kutai Kartanegara.
Aksi hijau ini menjadi bukti konkret bahwa IPARI Kukar berkolaborasi aktif dengan dunia pendidikan guna menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekolah dan bumi sejak dini.
Kegiatan diakhiri dengan praktik fardu kifayah. Agenda ini menjadi ruang pemantapan klinis bagi para Penyuluh Agama Islam dalam memberikan edukasi dan pelayanan keagamaan yang benar kepada masyarakat.(din)