Logo

KEMENAG

KUKAR

Hari Anak Nasional, Kemenag Kukar Ajak Semua Pihak Lindungi dan Penuhi Hak Anak

23 July 2026 | Administrator | 63 views
Hari Anak Nasional, Kemenag Kukar Ajak Semua Pihak Lindungi dan Penuhi Hak Anak

Kukar (Humas) – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di halaman parkir Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (23/07).

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Ariyadi F., S.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk mengampanyekan pemenuhan hak-hak anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, hingga memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Dalam amanatnya, Ariyadi menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."

"Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Ariyadi menjelaskan bahwa tema Hari Anak Nasional diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GEMAS #RANA) sebagai gerakan bersama yang mengintegrasikan berbagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pelindungan dan pemenuhan hak anak, peningkatan partisipasi anak, penguatan peran keluarga dan masyarakat, keamanan ruang digital, hingga respons cepat terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

"Gerakan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Agama terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak melalui berbagai program, di antaranya Gerakan Madrasah Ramah Anak dan Pesantren Ramah Anak. Kedua program tersebut menjadi implementasi nyata dalam menciptakan satuan pendidikan keagamaan yang bebas dari kekerasan, menjunjung tinggi hak-hak anak, serta mendorong tumbuhnya karakter, akhlak mulia, dan rasa aman bagi setiap peserta didik.

Sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah diharapkan mampu menghadirkan ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, sehingga setiap anak Indonesia dapat berkembang secara optimal sebagai generasi penerus bangsa yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia.(sis)